RSS Feed

MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN INKLUSI SMP AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH PURWOKERTO

Posted on

MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN INKLUSI SMP AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH PURWOKERTO (Bagian 1)

SMP Al Irsyad Al Islamiyyah yang terletak di Gang Arjuna Jalan Jatiwinangun Nomor 6 Purwokerto, telah exsis mulai menjalankan program pendidikannya sejak tahun 1978 telah mengalami berbagai perkembangan dan inovasi diberbagai bidang. Dibidang manajemen misalnya mengalami perubahan yang cukup signifikan dari sekolah yang konvensional berubah menjadi sekolah yang mampu menunjukkan keberadaannya diberbagai lapisan pendidikan baik di tingkat kabupaten, propinsi, nasional. Hal ini dirasakan sejak SMP Al Irsyad Al Islamiyyah ini berubah menjadi “SMP Islam Terpadu” mulai tahun pelajaran 2000-2001. Hasil nyata dari perubahan manajemen tersebut memang sangat dirasakan betapa tingginya peningkatan prestasi yang diraih. Misalnya saja hasil dibidang akademik sebelum adanya perubahan selalu menduduki ranking dikisaran empat puluh sampai dengan enam puluhan namun ketika telah menerapkan manajemen terpadu peraihan ranking dratis meningkat menjadi ranking 1 untuk seluruh sekolah swasta dan ranking 4 untuk sekolah swasta dan negeri di tingkat kabupaten pada tahun 2002/2003, begitu juga pada prestasi pada tahun – tahun berikutnya senantiasa dpat mempertahankan prestasinya dibidang akademik tersebut. Lain lagi dengan pengembangan bidang non akademik dengan bertitik tolak pada kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap anak dikembangkan dan dibina melalui pendidikan “leardership” mampu menyiapkan anak menjadi perancang masa depan sesuai dengan perkembangan mentalnya. Hal ini memang telah disadari bahwa keberhailan dan kesuksesan hidup seseorang memang ditentukan oleh kurang lebih 90 % attitudenya sedang kurang lebih 10 % ditentukan dari kamampuan lainnya salah satunya adalah kemampuan akademiknya. Keberhasilan pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan yang dialami oleh SMP Al Irsyad ini memang sesuai dengan Misi Pendidikan yaitu : 1. Mempersiapkan siswa menjadi generasi robbani, beraqidah shalihah, berakhlaqul karimah, dan berwawasan luas. 2. Menerapkan metode inovatif dalam pembelajaran agar capaian kemampuan akademis tinggi. 3. Mengoptimalkan model pembelajaran Active learning, contectual learning, cooperative learning, dan eksperimen learning. 4. Membina siswa dengan model halaqoh (mentoring) sehingga dapat memantau perkembangan siswa, memberi motivasi, dan nilai-nalai Islam. 5. Melatih keterampilan hidup dan kepemimpinan. 6. Membentuk manusia menjadi manusia kreatif, percaya diri, komunikatif, dan berprestasi serta mencintai ilmu dan mengembangkannya. Kemudian yang patut kita tengok dan kita simak lebih mendalam lagi tentang “Sistem Pendidikan Inklusif” yang ada di SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto ini. Dari tahun pelajaran 2003/2004 telah berani menerapkan Sistem Pendidikan Inklusif bagi anak-anak istimewa dengan pemberian layanan individual dengan ciri yang khas. Butuh suatu keberanian tersendiri bagi sekolah yang menyelenggarakan Pendidikan Inklusi. Sebuah perjalanan yang cukup panjang untuk menerapkan kebijaksanaan pemerintah tentang pendidikan inklusi tersebut. Harus mencari, mempelajari, memahami dan menerapkannya serta mengevaluasi terhadap pelaksanaan program. Secara umum Lembaga Pendidikan Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto telah melaksanakan pendidikan system inklusi khususnya TK Al Irsyad, SD Al Irsyad 02, dan SMP Al Irsyad. Sesuai dengan program pemerintah bahwa pendidikan untuk semua tanpa terkecuali ( Education For All ) maka akan berhasil dalam kurun waktu 10 atau 15 tahun mendatang apabila sekolah sudah mulai menerapkan Sistem Pendidikan Inklusi seperti yang telah dilaksanakan oleh SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Sesuai dengan Direktorat Jendral Pendidikan Luar Biasa Jakarta bahwa anak – anak berkebutuhan khusus atau anak-anak istimewa dikategorikan ada 9 macam yaitu : anak yang mengalamimgangguan penglihatan, anak yang mengalami gangguan pendengaran, anak yang mengalami gangaguan perkembangan mental, anak yang lambat belajar, anak yang berkesulitan belajar, anak yang mengalami gangguan fisik, anak yang berbakat, anak yang mengalami gangguan social, anak korban dari narkoba. Apakah benar anak yang berbakat atau yang talented ini memerlukan bantuan individual dalam proses pembelajaran sehingga termasuk dla sembilan kategori tersebut. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Doktor Utami Munandar Dosen Universitas Negeri Jakarta/ Litbang Depdiknas tahun 1995,”Bahwa sebagian besar anak tinggal kelas justru dari anak berbakat/under achiever.” Dari hasil penelitian di atas maka pendidikan inklusi sudah saatnya ada pada setiap sekolah sehingga semua anak dapat bersekolah baik yang dapat dengan layanan klasikal maupun anak-anak yang membutuhkan layanan individual dalam sekolah regular biasa tanpa harus sekolah di Sekolah Luar Biasa ataupun Sekolah Dasar Luar Biasa dengan jarak yang cukup jauh. Bagaimana dengan sistem pendidikan inklusi di SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto? Penerimaan siswa baru khusus inklusi bersamaan dengan penerimaan siswa baru yang lain apalagi didukung oleh sistem pendidikan berkelanjutan hal ini dapat memudahkan. Anak – anak istimewa yang membutuhkan layanan individual dari SD Al Irsyad dapat langsung diterima di SMP Al Irsyad. Begitu juga untuk anak istimewa yang berasal dari luar Al Irsyad dapat diterima dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan anak. Anak-anak istimewa yang ada di SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto pada tahun pelajaran 2005/2006 dari kelas VII, VIII, dan kelas 3 di antaranya adalah sebagai berikut : anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian ADHD (Attention Devicit Hiperactivity Disorder), anak berkesulitan belajar ( diskalkulia, disgrafia, disleksia), anak yang mengalami lambat belajar ( slow learner), dan anak autis. Anak-anak tersebut dapat mengikuti proses pembelajaran secara regular atau kalsikal sesuai dengan kebutuhannya. Apakah tidak merugikan anak yang lain dalam proses pembelajaran dan dalam peningkatan prestasi? Sistem pendidikan inklusi ini sangat menguntungkan bagi semua anak. Anak istimewa yang membutuhkan layanan individual mampu bersosialisasi dengan temannya dari berbagai variasi dan kondisi. Bahkan justru bagi anak yang pada umumnya kan memperoleh banyak manfaat dari kelas inklusi ini yaitu anak dapat hidup dalam keadaan yang beranekaragam seperti yang ada dalam kehidupannya dan dngan melibatkan anak pada umumnya akan menambah ilmu terhadap materi yang dipelajari di sekolah melalui kegiatan “peer group”. Bagaimana ciri – ciri pendidikan inklusi? Sudah kita pahami bahwa setiap guru yang mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap suatu kelas pasti akan memperoleh hasil dengan 3 klasifikasi tinggi, sedang, rendah. Dalam tindak lanjut dari penilaian itu maka guru akan melaksanakan pengayaan bagi anak yang memperoleh hasil tinggi dan akan memberikan remidi bagi anak yang memperoleh hasil rendah. Dalam kenyataannya bagi anak yang sudah diremidi masih mengalmi belum tuntas maka baru kemudian kita berikan Program Pengajaran Individu (PPI). Bagi anak yang memperoleh program pengajaran individu ini dapat belajar sesuai dengan kemampuannya hal inilah yang disebut dengan layanan “main streaming”. Maka bagi sekolah yang menyelenggarakan program pembelajaran individu yang disesuaikan dengan kebutuhan anak inilah yang disebut dengan ciri pendidikan inklusi. Bagaimana model sistem pendidikan inklusi di SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto? Langkah yang paling utama untuk melaksanakan pendidikan inklusi adalah dengan menyamakan visi dan persepsi ke seluruh SDM yang ada dari tingkat leader sampai dengan stockholder. Dengan demikian maka penyelenggaraan sistem pendidikan inklusi dapat berjalan dengan baik. Cara menentukan siapa saja anak istimewa yang membutuhkan layanan individual tersebut tentu sekolah melakukan assesment ( pengukuran dan penilaian) untuk seluruh siswa sesuai pedoman yang terdapat pada Buku-2 Tentang Cara Identifikasi dan assessment oleh Direktorat Jendral Pendidikan Luar Biasa sehingga pemberian layanan pendidikan dengan sistem inklusi dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak. ( bersambung . . . .)

IDENTIFIKASI DINI DAN ASESMEN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Posted on

A. Hakekat Identifikasi Dini dan Asesmen

Istilah identifikasi dan asesmen sering dipergunakan secara bergantian. Secara harfiah seseungguhnya identifikasi berbeda dengan asesmen .

Identifikasi dini merupakan pada tahapan awal yang masih bersifat global/kasar dari asesmen yang lebih rinci dan hal detail. Tujuan dari identifikasi dini dan asesmen juga berbeda . Hal ini menyangkut kompetensi dan profesionalisme.

Read the rest of this entry

Posted on
my foto

my foto

About my situs

Posted on


Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Dia lah yang menciptkan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Tiada yang sia-sia dari semua ciptaan-Nya. Tidak sepantasnya kita mengejek, menghina dan merendahkan orang lain karena lantaran tidak sempurna bntuk tubuh, sifat dan kecerdasan yang dimiliki orang lain. Semua orang sama di hadapan Allah SWT kecuali orang yang bertaqwa

Situs saya persembahkan untuk anda yang peduli dengan orang lain, peduli dengan pendidikan,dll untuk sarana sharing, tukar pikiran dan ilmu

Penyediaan informasi melalui situs ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, pencerahan sehingga kita menjadi orang lebih baik dan bermakna. Kebahagiaan dan kehormatan bagi saya jika anda dapat sharing, mengirim artikel melalui situs ini.

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Hello world!

Posted on

welcome to my blog